Setelah minta pendapat teman akhirnya aku memutuskan untuk cerita di blog. Jujur, ini sebuah mimpi buruk yang seharusnya ga perlu diceritain tapi ya semoga bermanfaat untuk kamu yang baca.
***
Pernah bayangin gimana nasib kita setelah ajal menjemput?
Atau pernah ngerasa takut akan kematian?
Bahkan mungkin ngerasa biasa aja karena hidup mati udah diatur Tuhan?
Kita ngerasa bahwa kehidupan memang harus dinikmati karena tidak ada kesempatan dua kali untuk hidup. Aku setuju tentang tidak ada kesempatan dua kali untuk bisa hidup. Tapi jika kita berbicara tentang kenikmatan itu memberi 2 persepsi yaitu positif dan negatif. Aku ga bakalan panjang lebar bahas kenikmatan karena yakin kamu lebih paham cara menikmati hidup seperti apa. Sekarang, pikirkan, apa yang dilakukan saat ini mungkinkah berpengaruh pada kehidupan di masa depan?
Apa jawaban mu?
Berpengaruh, kah?
Sebenarnya, apa yang aku utarakan berkaitan dengan amalan yang sudah dilakukan selama hidup. Malam Jumat minggu ini, aku bermimpi sesuatu yang tidak aku duga.
"Mimpi adalah bunga tidur, tidak usah berlebihan, Din.."
Segelintir orang berbicara begitu padaku. Tapi mimpi ini terasa nyata sekali dan sangat menakutkan jika itu benar terjadi.
"Mimpi adalah bunga tidur, tidak usah berlebihan, Din.."
Segelintir orang berbicara begitu padaku. Tapi mimpi ini terasa nyata sekali dan sangat menakutkan jika itu benar terjadi.
Dalam mimpi, aku sudah meninggal, ada rasa penyesalan tentang apa saja yang sudah aku lakukan selama hidup, mengapa aku tidak melakukan sebanyak-banyaknya perbuatan baik, mengapa aku begini.. dan rasanya ingin hidup kembali kemudian melakukan kebaikan. Juga merasakan dimana tidak ada orang yang mengaji saat 7 hari pertama kematianku. Tangisanku tidak bisa ditahan walau itu dalam mimpi, jelas aku sangat ingin hidup kembali untuk kedua kalinya.
Masya Alloh.. itu begitu nyata dan menakutkan walau hanya sebuah mimpi.
Benar, jika tahu waktu kematianmu kapan, yakin kau akan selalu beribadah dan tidak akan melewatkan sedikitpun berdoa memohon ampun.
No one knows the day of his death, that's why we need to pray everyday.
No one knows the day of his death, that's why we need to pray everyday.
Ibnu
‘Alan di Syarh Riyadhus Shalihin menerangkan maknanya, “sesungguhnya
kubur penuh kegelapan karena tidak ada jendela yang bisa dimasuki
cahaya. Tidak bisa menyinari (menerangi)-nya kecuali amal-amal shalih
dan syafa’at yang diterima oleh Allah Ta’ala.”
Kewajiban kita adalah mengusahakan
amal-amal shalih yang bisa menghantarkan kepada kebahagiaan di kehidupan
dunia, alam barzakh, dan akhirat. Di antaranya, amal-amal yang bisa
menjadi sebab diteranginya kubur kita. Bersamaan dengan itu kita jauhi
segala maksiat yang menyebabkan gelapnya kubur.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2016/11/22/47434/amalamal-yang-menerangi-kubur/#sthash.X1R3xRZ6.dpuf
Ibnu ‘Alan di Syarh
Riyadhus Shalihin menerangkan, “sesungguhnya kubur penuh kegelapan
karena tidak ada jendela yang bisa dimasuki cahaya. Tidak bisa menyinari
(menerangi)-nya kecuali amal-amal shalih dan syafa’at yang diterima oleh Allah
Ta’ala.”
Kewajiban kita adalah mengusahakan amal-amal shalih yang
bisa menghantarkan kepada kebahagiaan di kehidupan dunia, alam barzakh, dan
akhirat. Di antaranya, amal-amal yang bisa menjadi sebab diteranginya kubur
kita. Bersamaan dengan itu kita jauhi segala maksiat yang menyebabkan gelapnya
kubur.
Semua amal shalih –secara umum- menjadi sebab terangnya
kubur. Di antara amal utamanya adalah sabar dan shalat. Ini masuk dalam
keumuman makna firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan
(kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Disebutkan dalam hadits shahih,
"Shalat adalah cahaya, sedekah merupakan bukti
nyata, sabar itu sinar, dan Al-Qur’an adalah pembelamu atau penuntutmu.”
(HR. Muslim)
Aku mengutip beberapa sumber, tapi inti dari semuanya... kehidupan setelah kematian akan bergantung pada apa yang kita lakukan semasa hidup di dunia.
Aku tahu bahwa ilmu agamaku tidak sedalam kau yang membaca tulisan ini, tapi Mari berbuat baik untuk menjadikan itu sebuah amalan baik yang dapat kita bawa saat wafat. Berbuat maksiat tidak akan membawamu pada sebuah kebahagiaan yang hakiki, malah akan berujung penyesalan. Mari tinggalkan perbuatan yang merugikan diri dan berubah menjadi lebih baik.
Sungguh, aku tidak sedang menggurui, ini sebuah ajakan. Kau dapat menerima atau menolak. Tapi aku harap kau menerima ajakanku untuk selalu berbuat baik.
Ibnu
‘Alan di Syarh Riyadhus Shalihin menerangkan maknanya, “sesungguhnya
kubur penuh kegelapan karena tidak ada jendela yang bisa dimasuki
cahaya. Tidak bisa menyinari (menerangi)-nya kecuali amal-amal shalih
dan syafa’at yang diterima oleh Allah Ta’ala.”
Kewajiban kita adalah mengusahakan
amal-amal shalih yang bisa menghantarkan kepada kebahagiaan di kehidupan
dunia, alam barzakh, dan akhirat. Di antaranya, amal-amal yang bisa
menjadi sebab diteranginya kubur kita. Bersamaan dengan itu kita jauhi
segala maksiat yang menyebabkan gelapnya kubur.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2016/11/22/47434/amalamal-yang-menerangi-kubur/#sthash.X1R3xRZ6.dpuf
Ibnu
‘Alan di Syarh Riyadhus Shalihin menerangkan maknanya, “sesungguhnya
kubur penuh kegelapan karena tidak ada jendela yang bisa dimasuki
cahaya. Tidak bisa menyinari (menerangi)-nya kecuali amal-amal shalih
dan syafa’at yang diterima oleh Allah Ta’ala.”
Kewajiban kita adalah mengusahakan
amal-amal shalih yang bisa menghantarkan kepada kebahagiaan di kehidupan
dunia, alam barzakh, dan akhirat. Di antaranya, amal-amal yang bisa
menjadi sebab diteranginya kubur kita. Bersamaan dengan itu kita jauhi
segala maksiat yang menyebabkan gelapnya kubur.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2016/11/22/47434/amalamal-yang-menerangi-kubur/#sthash.X1R3xRZ6.dpufh
0 comments:
Post a Comment